Friday, 11 November 2011

Ibu ♥




Suatu ketika, ada seorang anak lelaki yang bertanya kepada ibunya.

"Ibu, mengapa Ibu menangis?".
Ibunya menjawab,
"Sebab, Ibu adalah seorang wanita, nak".
"Saya tak faham" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyumdan memeluknya erat.

"Nak, kamu memang tak akan pernah faham...."
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. 
"Ayah, mengapa Ibu menangis?
Nampaknya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"
Ayah menjawab,
"Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan"
Hanya itu jawapan yang boleh diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu menjadi remaja
dan tetap tertanya- tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
"Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,
walaupun itu,
bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau,
seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam
keadaan apapun, dan dalam situasi apapun. 
Walau,
tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap.
Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa- masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. 
Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuanuntuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.
Walau,
seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya,
Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan
bila-bila ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".


Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, berbaktilah, selagi masih ada waktu.....kerana di kakinyalah kita menemukan syurga.




No comments:

Klik Sini !